Jumat, 20 April 2012
Hanya rintihan hati..
Rapuh rasanya
ketangguhan hati ini menyaksikan detik demi detik waktu berlalu,,
Berkali
ku palingkan wajah ini dari sang waktu,,
Namun pandanganku
menatapnya lagi,,
Seakan hati
tak rela hari ini berlalu,,
Sang penguasa
cinta,,
Engkau pasti
tau gejolak rasa yang tertanam dijiwa ini,,
Berakar
semakin dalam dan tak terpupuskan lagi,,
Bahkan sampai
saat aku mengerti ini menjadi sulit..
Waktu,,
Kenapa tak
engkau berikan sedikit lebih banyak dari ini???
Kenapa tak
kau hentikan waktu hanya untuk hari ini???
Kenapa tak
tersentuh menyaksikan rintik air yang tercurah di pipi ini???
Senyum ini
senyum memilukan,,
Saat aku
terpaksa tersenyum diantara kegelisahanku,,
Tawa ini
tawa menyedihkan,,
Saat aku
terdesak tuk bahagia di kegundahan sebuah picisan,,
Melihatmu
masih disisiku,,
Menentramkan
sudut rindu ini,,
Menyentuhmu
dengan firasat yang aku tak mengerti apa,,
Tapi amat
menyedihkan,,
Meruntuhkan
benteng hati yang berusaha aku kokohkan,,
Entahlah,,
Mungkin
ini disebut takdir,,
Ku hirup
napas panjang dan ku tatap sosok itu,,
Senang melihatmu
masih disini,,
Dan bertahanlah
untukku :’)
17
April 2012
12 jam bersama :*
Happy
Tuesday~
Ini selasa
yang tak terlupakan,, seakan ingin waktu terhenti saat ini,, ditemani deburan
ombak,, bersandarkan kehangatan nyata yang begitu takut akan meninggalkanku,,
Aku disini
menikmati waktu yang masih jadi milik kita,, Tuhan,, ingin rasanya ku sentuh
butiran pasir yang menutupi sesaknya ketakutanku,, tersudut dalam kejaran rasa
yang berlari tak tentu arah,,
Sosok
itu masih didekatku,, tepat berada disisi haruku,, tak tau ini bahagia atau
sedih,,
Terpikir
bahagia karena waktu masih dipihakku,, tapi terpikir sedih saat terbesit waktu
akan terus berlalu dan dia akan pergi,,
Detak
kehidupan ini mulai melemah,, ingin hasrat memelukmu dalam rindu,, tuk sekedar
ingin mengucap sku takut tanpamu,, aku takut kau takkan kembali dipeluhku,,
Sejauh
pandanganku menyusuri ujung pantai,, sejauh itu pula kegundahanku
kehilanganmu,,
Teriknya
mentari seakan melelehkan tumpukan kalimat yang tak mampu terungkap lagi,,
biarlah semua ku rekam indah dalam memori ini,,
Memejamkan
mata, dan menyentuhmu selagi ku mampu,,
Minggu, 15 April 2012
(´▽`ʃ♡ƪ)
Saat kamu takut akan kehilangannya, di saat itulah kamu telah
mencintainya dengan tulus ..
Sabtu, 14 April 2012
April bertahanlah lebih lama lagi :')
Tak pernah ada rasa seberat ini dengan waktu, kecuali saat ini.. Begitu banyak hal yang membuatku tak ingin melewatkan "April" begitu saja.. Ntah apa, tapi hatiku perih.. Tak pernah membayangkan ketika aku begitu takut waktu akan melewatiku tanpanya.. Ini mungkin hanya sesakku, tapi tidakkah ada jiwa yang mengerti tentang ini??? Jiwaku kokoh namun tak sekokoh karang yang mampu menahan hempasan ombak.. Aku hanya seuntai rasa yang begitu lemah tanpa sosokmu.. Kemana ku cari kekuatan itu saat kehadiranmu hanya ku resapi dalam mimpi.. Merasakan hadirmu hanya dari kerinduan yang akan menyelimutiku.. Entahlah, mungkin Tuhan tau aku begitu menyayanginya, hingga Dia memberiku keadaan yang akan semakin menguatkan perasaanku.. Kini aku begitu takut menjalani hari, takut saat hari yang kujalani adalah hari yang akan selalu membuatku rindu.. Takut memejamkan mata dan terbangun di keadaan yang berbeda..
Haru ini tak terhenti walau aku berusaha mengalihkan semuanya.. Sempat terpikir bahwa senyum akan membuatku lebih baik, namun ternyata semakin menyakiti hatiku yang seakan memberontak hebat..
April, aku hanya berharap menghabiskan "April" dengan sangat bahagia bersamanya.. Menggantungkan asa bahwa "April" akan mampu menciptakan "Mei, Juni, Juli, dan selamanya"..
Ku genggam rasa yang semakin kalut.. Membayangkan kasih yang begitu hangat darimu.. Merekam setiap kebersamaan ku bersama cinta..
Aku tau waktu akan berlalu, begitu pun dengan "April".. Tapi biarkanlah sejenak aku merendamkan segala rasaku di dekatmu.. Menikmati "April" yang menjadi waktu kita..
April, semoga engkau sanggup bertahan lebih lama lagi demi kami.. Dan ku pasrahkan waktu berlalu.. Menantimu tuk kembali :')
Jumat, 13 April 2012
Ini Waktu Kita
Waktu ini seperti tak bergeming mendengar jeritanku..
Rasa ini seakan tak tersentuh menghentikan piluku..
Hatiku bagai ada di ujung jiwa hampa tak menepi..
Terombang-ambing di lautan sedihnya..
Detak jam seakan tak pernah lelah bergulir..
Hari seakan berlari untuk berganti dengan hari lagi..
Menggantikan waktu yang aku inginkan terhenti..
Menyesakkan hasrat yang tak mampu ku semai lagi..
Takkan ada lagi hangat kasih itu di dekatku..
Takkan ada lagi dekapan lembut menenangkan kegelisahanku..
Takkan ada lagi sentuhan rasa yang memupuskan kesepianku..
Sosoknya akan menjadi angin yang hanya mampu ku rasakan dalam diamku..
Tak ada hal yang mampu ku ciptakan di suasana ini..
Tak ada harapan yang sanggup ku gantungkan tuk menahan keadaan yang ku ingin..
Hanya rasa sayang tulus ini yang ku persembahkan untuk hatimu..
Berharap engkau kan slalu menjaganya tuk hatiku..
Ingin rasanya ku dekap erat perasaan ini..
Menguatkannya agar mampu melewatinya bersamamu..
Mematri setiap rasa yang ku miliki untuk mu..
Membingkainya indah hingga kau kembali tuk menjemputku di sini..
Sayang..
Ku tak akan menahan apa yang tak seharusnya ku tahan..
Dan ku tak akan menepis apa yang tak seharusnya ku tepis..
Ku menunggu mu di ujung waktu kita..
Waktu singkat ini akan jadi waktu paling indah di memori kehidupanku..
Mengingatmu akan menjadi hal paling istimewa di jiwaku..
Menantikanmu akan jadi waktu yang paling ku nantikan di hidup ku..
Semua aku percayakan untuk hati kita..
:)
:)
Antara Seminar & Olimpiade Akuntansi
Ntah kapan tepatnya aku mengenal sosoknya, yang aku ingat sejak saat aku & dia jadi panitia untuk seminar & olimpiade akuntansi yang diadakan HMJ Akuntansi di kampus. Dan percakapan ku dengannya dimulai saat aku meminjam sendalnya untuk shalat magrib. Saat itu aku hanya tau dia adalah seniorku, tanpa tau siapa namanya.
Sampai saat aku mengembalikan sendalnya, aku merasakan sesuatu yang berbeda, sempat terpikir ini cinta tapi dengan sebisa mungkin ku tepis. Mana mungkin ini cinta, kenal aja enggak. Aku berusaha menyelami rasaku sendiri dan menyimpulkan bahwa ini hanya kagum walau hati kecilku berteriak kencang menolak pernyataanku.
Malam itu pun berlalu, maka kenangan singkat yang aku tak tau apa itu pun ikut berlalu. Alhamdulillah, keesokan harinya seminar akuntansi terlaksana dengan baik. Tak banyak hal yang membuatku ingin mengingat sebentuk rasa yang tiba-tiba hadir untuk sang seniorku itu. Begitu banyak hal yang membuatku tak ingin merasakan rasa itu. Aku ini hanya sesosok manusia biasa yang berusaha tegar dibalik kerapuhanku.
Seminar pun selesai diadakan, saatnya seluruh panitia berkumpul di ruangan, termasuk aku dan dia. Tapi berbeda dengan hari ini karena aku sudah tau siapa nama sosok yang berhasil meruntuhkan tembok hatiku yang penuh luka ini. Dia adalah Faisal Amin, seniorku. Detak jantung ini semakin tak menentu setiap aku menatapnya. Ya Allah, aku begitu takut dengan rasaku sendiri.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja aku dan dia hanya berdua di ruangan itu. Tubuhku kaku tak bergeming. Tak ada yang mampu ku lakukan kecuali diam dalam rasaku. Berulang kali aku membentak hatiku sendiri untuk sadar dari semua mimpi ini. Sadar bahwa aku tak mungkin memilikinya.
Kemudian aku mendengar langkah kaki yang berusaha aku abaikan. Dia menghampiriku dan duduk tepat dihadapanku. Ya Allah, cobaan apalagi ini???? Aku tlah memaki hatiku untuk tak memperdulikan rasaku tapi kini dia ada di depanku. Aku tertunduk, menundukkan rasa yang semakin tak terkendali.
Dia memulai percakapan ringan, banyak hal yang mampu tercipta dari percakapan kami ini. Ruangan yang begitu dingin seketika terasa hangat di dekatnya. Mungkin rasa ini semakin menancap hebat di dasar hatiku. Kami pun memulai pertemanan di jejaring sosial, FB. Sejak saat itulah aku dekat dengannya.
Hari pun berganti, saat ini olimpiade akuntansi tingkat SMA/SMK diadakan. Hampir di setiap sudut tempat aku dapat melihatnya. Bagaimana tidak, aku dan dia bagian dari kegiatan yang sedang diadakan. Aku berusaha membagi sedikit hal gila yang sedang aku rasakan ini dengan sahabatku, EL. Tak begitu banyak tanggapan darinya, dia selalu setuju dengan hal yang membuatku bahagia. Tapi saat ini aku bahkan sangat bingung dengan keadaan hatiku. Terkadang aku begitu menikmati rasa indah ini tapi terkadang aku begitu takut dengan rasa sakit yang siap menyerangku.
Sayang dan cinta, rasa ini semakin tumbuh tak terkendali. Hingga tanganku gemetar hebat saat dia di dekatku. Sial, ini hal yang benar-benar membuatku gila. Aku bisa semakin gila bila ini hanya perasaanku saja.
Seminar dan olimpiade akuntansi pun berlalu, kegiatan selesai. Aku dan dia kini lebih banyak dekat lewat jejaring sosial. Hingga akhirnya kami mengetahui nomor telpon masing-masing dan mulai lebih dekat via sms. Tugasku semakin berat untuk berusaha menghentikan rasa yang terlanjur bersemi di relung hati ini.
Seminggu setelah kegiatan itu aku dan dia sering bertemu walau untuk tujuan yang aku sendiri tak mengerti apa, bahkan dari pagi. Padahal biasanya aku adalah mahasiswi yang datang ke kampus sesuai jam kuliahku saja, tapi mendadak aku jadi rajin ke kampus bahkan betah di kampus seharian bersamanya. Kami menghabiskan waktu duduk berdua di sudut kampus sambil menikmati segelas minuman. Tak heran timbul banyak gosip di kalangan kampus, khususnya teman-teman kami. Aku menceritakan hal itu kepadanya dan menyuruhnya untuk menjelaskan sesuatu pada teman-temannya, karena aku tak ingin merasa GR dengan gosip yang ada. Aku cukup sadar diri tentang siapa aku. Tapi dia tak menghiraukan permintaanku.
Aku banyak bercerita dengannya, termasuk menceritakan bahwa aku sedang menyukai seseorang. Hingga pada suatu saat dia menanyakan siapa orang yang aku suka itu. Tentu saja aku tak mampu mengatakannya karena orang yang aku maksud itu DIA, seniorku.
Pembahasan itu pun berlanjut via sms, aku berusaha menahan tanganku untuk mengetikkan siapa orang yang aku maksud. Tapi dia terus saja mendesakku dengan pertanyaannya dan akhirnya aku mengalah. Yah, aku menjawab: kamu orangnya.
Keesokan harinya kami bertemu, tepat hari jum'at 16 Maret 2012. Kami membahas hal yang belum tuntas kami selesaikan, tentang perasaanku dan perasaannya. Siapa sangka dia juga memiliki rasa yang sama denganku. Dia menyayangiku??? Dan dia menanyakan apakah aku mau jadi seseorang yang istimewa dihatinya. Tentu saja aku mengatakan "IYA". Seminggu rasanya cukup untuk aku menyelami rasanya, karena aku juga tau banyak tentangnya dari teman-temannya. Yah, sekarang aku miliknya dan dia MILIKKU. Aku berharap dia bisa menjadi yang terakhir dihidupku. *Jodohku... maunya ku dirimuu...~*
Kini hari-hariku semakin indah sejak kehadirannya, terimakasih cinta kau berikan dia di hidupku. Dan jadikan dia pelabuhan terakhir hatiku. Semoga dia juga mengharapkan hal yang sama denganku. Tekadku adalah mempercayainya, mengerti tentangnya, dan menjaga hatiku di hatinya.
Ini kisah MICKEYsiPATRICK :*
Sampai saat aku mengembalikan sendalnya, aku merasakan sesuatu yang berbeda, sempat terpikir ini cinta tapi dengan sebisa mungkin ku tepis. Mana mungkin ini cinta, kenal aja enggak. Aku berusaha menyelami rasaku sendiri dan menyimpulkan bahwa ini hanya kagum walau hati kecilku berteriak kencang menolak pernyataanku.
Malam itu pun berlalu, maka kenangan singkat yang aku tak tau apa itu pun ikut berlalu. Alhamdulillah, keesokan harinya seminar akuntansi terlaksana dengan baik. Tak banyak hal yang membuatku ingin mengingat sebentuk rasa yang tiba-tiba hadir untuk sang seniorku itu. Begitu banyak hal yang membuatku tak ingin merasakan rasa itu. Aku ini hanya sesosok manusia biasa yang berusaha tegar dibalik kerapuhanku.
Seminar pun selesai diadakan, saatnya seluruh panitia berkumpul di ruangan, termasuk aku dan dia. Tapi berbeda dengan hari ini karena aku sudah tau siapa nama sosok yang berhasil meruntuhkan tembok hatiku yang penuh luka ini. Dia adalah Faisal Amin, seniorku. Detak jantung ini semakin tak menentu setiap aku menatapnya. Ya Allah, aku begitu takut dengan rasaku sendiri.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja aku dan dia hanya berdua di ruangan itu. Tubuhku kaku tak bergeming. Tak ada yang mampu ku lakukan kecuali diam dalam rasaku. Berulang kali aku membentak hatiku sendiri untuk sadar dari semua mimpi ini. Sadar bahwa aku tak mungkin memilikinya.
Kemudian aku mendengar langkah kaki yang berusaha aku abaikan. Dia menghampiriku dan duduk tepat dihadapanku. Ya Allah, cobaan apalagi ini???? Aku tlah memaki hatiku untuk tak memperdulikan rasaku tapi kini dia ada di depanku. Aku tertunduk, menundukkan rasa yang semakin tak terkendali.
Dia memulai percakapan ringan, banyak hal yang mampu tercipta dari percakapan kami ini. Ruangan yang begitu dingin seketika terasa hangat di dekatnya. Mungkin rasa ini semakin menancap hebat di dasar hatiku. Kami pun memulai pertemanan di jejaring sosial, FB. Sejak saat itulah aku dekat dengannya.
Hari pun berganti, saat ini olimpiade akuntansi tingkat SMA/SMK diadakan. Hampir di setiap sudut tempat aku dapat melihatnya. Bagaimana tidak, aku dan dia bagian dari kegiatan yang sedang diadakan. Aku berusaha membagi sedikit hal gila yang sedang aku rasakan ini dengan sahabatku, EL. Tak begitu banyak tanggapan darinya, dia selalu setuju dengan hal yang membuatku bahagia. Tapi saat ini aku bahkan sangat bingung dengan keadaan hatiku. Terkadang aku begitu menikmati rasa indah ini tapi terkadang aku begitu takut dengan rasa sakit yang siap menyerangku.
Sayang dan cinta, rasa ini semakin tumbuh tak terkendali. Hingga tanganku gemetar hebat saat dia di dekatku. Sial, ini hal yang benar-benar membuatku gila. Aku bisa semakin gila bila ini hanya perasaanku saja.
Seminar dan olimpiade akuntansi pun berlalu, kegiatan selesai. Aku dan dia kini lebih banyak dekat lewat jejaring sosial. Hingga akhirnya kami mengetahui nomor telpon masing-masing dan mulai lebih dekat via sms. Tugasku semakin berat untuk berusaha menghentikan rasa yang terlanjur bersemi di relung hati ini.
Seminggu setelah kegiatan itu aku dan dia sering bertemu walau untuk tujuan yang aku sendiri tak mengerti apa, bahkan dari pagi. Padahal biasanya aku adalah mahasiswi yang datang ke kampus sesuai jam kuliahku saja, tapi mendadak aku jadi rajin ke kampus bahkan betah di kampus seharian bersamanya. Kami menghabiskan waktu duduk berdua di sudut kampus sambil menikmati segelas minuman. Tak heran timbul banyak gosip di kalangan kampus, khususnya teman-teman kami. Aku menceritakan hal itu kepadanya dan menyuruhnya untuk menjelaskan sesuatu pada teman-temannya, karena aku tak ingin merasa GR dengan gosip yang ada. Aku cukup sadar diri tentang siapa aku. Tapi dia tak menghiraukan permintaanku.
Aku banyak bercerita dengannya, termasuk menceritakan bahwa aku sedang menyukai seseorang. Hingga pada suatu saat dia menanyakan siapa orang yang aku suka itu. Tentu saja aku tak mampu mengatakannya karena orang yang aku maksud itu DIA, seniorku.
Pembahasan itu pun berlanjut via sms, aku berusaha menahan tanganku untuk mengetikkan siapa orang yang aku maksud. Tapi dia terus saja mendesakku dengan pertanyaannya dan akhirnya aku mengalah. Yah, aku menjawab: kamu orangnya.
Keesokan harinya kami bertemu, tepat hari jum'at 16 Maret 2012. Kami membahas hal yang belum tuntas kami selesaikan, tentang perasaanku dan perasaannya. Siapa sangka dia juga memiliki rasa yang sama denganku. Dia menyayangiku??? Dan dia menanyakan apakah aku mau jadi seseorang yang istimewa dihatinya. Tentu saja aku mengatakan "IYA". Seminggu rasanya cukup untuk aku menyelami rasanya, karena aku juga tau banyak tentangnya dari teman-temannya. Yah, sekarang aku miliknya dan dia MILIKKU. Aku berharap dia bisa menjadi yang terakhir dihidupku. *Jodohku... maunya ku dirimuu...~*
Kini hari-hariku semakin indah sejak kehadirannya, terimakasih cinta kau berikan dia di hidupku. Dan jadikan dia pelabuhan terakhir hatiku. Semoga dia juga mengharapkan hal yang sama denganku. Tekadku adalah mempercayainya, mengerti tentangnya, dan menjaga hatiku di hatinya.
Ini kisah MICKEYsiPATRICK :*
Langganan:
Postingan (Atom)
patrick is mine!
Patrick is Love
day month year
my facebook :)
About Me
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
w/ patrick kuh :*
w/ bisma karisma :)



