Senin, 18 Juni 2012

PSAK 16


PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
1 of 18
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16
AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 tentang Aktiva Tetap dan
Aktiva Lain-lain disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada
tanggal 24 Agustus 1994 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan
Indonesia pada tanggal 7 September 1994.
Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterial
items)
Jakarta, 7 September 1994
Pengurus Pusat
Ikatan Akuntan Indonesia
Komite Prinsip Akuntansi Indonesia
Hans Kartikahadi Ketua
Jusuf Halim Sekretaris
Hein G. Surjaatmadja Anggota
Katjep K. Abdoelkadir Anggota
Wahjudi Prakarsa Anggota
Jan Hoesada Anggota
M. Ashadi Anggota
Mirza Mochtar Anggota
IPG. Ary Suta Anggota
Sobo Sitorus Anggota
Timoty Marnandus Anggota
Mirawati Soedjono Anggota
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
2 of 18
PENDAHULUAN
Tujuan
Tujuan Pernyataan ini adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aktiva tetap.
Masalah utama dalam akuntansi untuk aktiva tetap adalah saat (timing) pengakuan
aktiva, penentuan jumlah tercatat, dan pembebanan penyusutan, serta penentuan
dan perlakuan akuntansi atas penurunan nilai tercatat (carrying value).
Pernyataan ini mensyaratkan bahwa aktiva tetap dapat diakui sebagai aktiva jika
memenuhi definisi dan kriteria pengakuan suatu aktiva dalam Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
Pernyataan ini juga mengatur kriteria penggolongan aktiva lain-lain
Ruang Lingkup
01 Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi aktiva tetap dan aktiva lain-lain
kecuali bila standar akuntansi keuangan lainnya mensyaratkan suatu perlakuan
akuntansi yang berbeda .
02 Pernyataan ini tidak berlaku untuk:
(a) hutan dan sumber daya alam serupa yang dapat diperbaharui;
(b) kuasa pertambangan, eksplo rasi dan penggalian mineral, minyak, gas alam
dan sumber daya alam serupa yang tidak dapat diperbaharui.
Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk aktiva tetap yang digunakan untuk
mengembangkan atau memelihara aktivitas atau aktiva yang tercakup dalam (a) dan
(b) di atas, tetapi dapat dipisahkan dari aktivitas atau aktiva tersebut.
03 Dalam keadaan tertentu, standar akuntansi keuangan mengijinkan pengakuan
awal jumlah tercatat aktiva tetap menggunakan pendekatan yang berbeda dari yang
dijelaskan dalam Pernyataan ini. Contohnya, dalam perlakuan alternatif yang
diijinkan untuk goodwill negatif, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.22
tentang Penggabungan Usaha, mensyaratkan aktiva tetap yang diperoleh dalam
penggabungan usaha diukur pada awalnya dengan nilai wajar sekalipun nilai
tersebut melebihi biayanya. Tetapi, dalam keadaan tersebut, seluruh aspek
perlakuan akuntansi untuk aktiva tersebut, termasuk penyusutan, ditentukan oleh
ketentuan dalam Pernyataan ini.
04 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 13 tentang Akuntansi untuk
investasi, mengijinkan suatu perusahaan untuk memperlakukan investasi properti
sebagai properti, sesuai dengan Pernyataan ini, atau sebagai investasi jangka
panjang, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.13 tentang
Akuntansi untuk Investasi.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
3 of 18
Definisi
05 Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau
dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak
dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan
mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Penyusutan adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu
aktiva sepanjang masa manfaat.
Jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) adalah biaya perolehan suatu
aktiva, atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya perolehan dalam laporan
keuangan, dikurangi nilai sisanya.
Masa manfaat adalah:
(a) periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan; atau
(b) jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh
perusahaan.
Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar
imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan
atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap
untuk dipergunakan.
Nilai sisa adalah jumlah neto yang diharapkan dapat diperoleh pada akhir masa
manfaat suatu aktiva setelah dikurangi taksiran biaya pelepasan.
Nilai wajar adalah suatu jumlah, untuk itu suatu aktiva mungkin ditukar atau suatu
kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk
melakukan transaksi wajar {arm's length transaction).
Jumlah tercatat {carrying amount) adalah nilai buku, yaitu biaya perolehan suatu
aktiva setelah dikurangi akumulasi penyusutan.
Jumlah yang dapat diperoleh kembali {recoverable amount) adalah jumlah yang
diharapkan dapat diperoleh kembali dari penggunaan suatu aktiva di masa yang
akan datang, termasuk nilai sisanya atas pelepasan aktiva.
PENJELASAN
Pengakuan Aktiva Tetap
06 Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan
sebagai aktiva tetap bila:
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
4 of 18
(a) besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang
akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam
perusahaan; dan
(b) biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal.
07 Aktiva tetap sering merupakan suatu bagian utama aktiva perusahaan, dan
karenanya signifikan dalam penyajian posisi keuangan. Lebih jauh lagi, penentuan
apakah suatu pengeluaran merupakan suatu aktiva atau beban dapat berpengaruh
signifikan pada hasil operasi yang dilaporkan perusahaan .
08 Dalam menentukan apakah suatu pos memenuhi kriteria pertama untuk
pengakuan, suatu perusahaan harus menilai tingkat kepastian aliran manfaat
keekonomian masa yang akan datang berdasarkan bukti yang tersedia pada waktu
pengakuan awal. Adanya kepastian yang cukup bahwa manfaat keekonomian masa
yang akan datang akan mengalir ke perusahaan membutuhkan suatu kepastian
bahwa perusahaan akan menerima imbalan dan menerima risiko terkait. Kepastian
ini biasanya hanya tersedia jika risiko dan imbalan telah diterima perusahaan.
Sebelum hal ini terjadi, transaksi untuk memperoleh aktiva biasanya dapat
dibatalkan tanpa sanksi yang signifikan, dan karenanya aktiva tidak diakui.
09 Kriteria kedua untuk pengakuan biasanya dapat dipenuhi langsung karena
transaksi pertukaran mempunyai bukti pembelian aktiva mengidentifikasikan
biayanya. Dalam keadaan suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri, suatu pengukuran
yang dapat diandalkan atas biaya dapat dibuat dari transaksi dengan pihak eksternal
dan perusahaan untuk perolehan bahan baku, tenaga kerja dan input lain yang
digunakan dalam proses konstruksi .
10 Dalam mengidentifikasikan suatu pos terpisah dari aktiva tetap, pertimbangan
dibutuhkan dalam mengaplikasikan kriteria dalam definisi untuk keadaaan khusus
atau jenis perusahaan khusus. Mungkin tepat untuk mengagregatkan pos individu
yang tidak signifikan, seperti cetakan dan perkakas, dan untuk menerapkan kriteria
untuk nilai agregat. Kebanyakan suku cadang dan peralatan pemeliharaan dan
reparasi (servicing) biasanya dianggap sebagai persediaan dan diakui sebagai suatu
beban pada saat dikonsumsi. Tetapi, suku cadang utama dan peralatan siap pakai
dikualifikasi sebagai aktiva tetap jika perusahaan mengharapkan untuk
menggunakannya selama lebih dari satu periode. Demikian pula jika suku cadang
dan peralatan pemeliharaan dan reparasi (servicing) dapat digunakan hanya dalam
hubungan dengan suatu pos aktiva tetap dan penggunaannya diharapkan tidak
teratur, dibukukan sebagai aktiva tetap dan disusutkan sepanjang suatu periode
waktu yang tidak melebihi masa manfaat dari aktiva yang berhubungan.
11 Dalam keadaan tertentu, adalah tepat untuk mengalokasikan pengeluaran total
pada suatu aktiva pada komponennya dan membukukan setiap komponen secara
terpisah apabila harga perolehan masing- masing komponen dapat diperoleh dari
pemasok atau pembuat. Hal ini adalah keadaan di mana komponen aktiva memiliki
masa manfaat berbeda atau menyediakan manfaat bagi perusahaan dengan pola
berbeda dan karenanya memerlukan penggunaan tarif dan metode penyusutan
berbeda. Contohnya, suatu pesawat terbang dan mesinnya harus diperlakukan
sebagai aktiva yang terpisah jika memiliki masa manfaat berbeda .
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
5 of 18
12 Aktiva tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. Perolehan
aktiva tetap semacam itu, di mana tidak secara langsung meningkatkan manfaat
keekonomian masa yang akan datang dari suatu aktiva tetap tertentu yang ada
dapat diperlukan bagi perusahaan untuk memperoleh manfaat keekonomian masa
yang akan datang dari aktiva yang lain. Dalam keadaan ini, perolehan aktiva tetap
semacam itu memenuhi kualifikasi pengakuan aktiva, karena memungkinkan
manfaat keekonomian masa yang akan datang dari aktiva yang berkaitan untuk
diperoleh perusahaan dalam kelebihan apa yang dapat diperoleh jika aktiva tetap
tersebut tidak diperoleh. Tetapi, aktiva tersebut hanya diakui sepanjang hasil jumlah
tercatat aktiva tersebut dan aktiva yang berkaitan tidak melebihi jumlah total yang
mungkin diperoleh kembali (recoverable amount) dari aktiva. Misalnya, suatu
perusahaan yang memproduksi bahan kimia harus dapat memasang sarana
pengendali zat kimia (chemical handling processes} tertentu yang baru untuk
memenuhi persyaratan lingkungan hidup pada produksi dan penyimpanan bahan
kimia yang berbahaya; peninggian pabrik yang berkaitan diakui sebagai suatu aktiva
sepanjang dapat diperoleh kembali (recoverable) karena, tanpanya, perusahaan
tidak dapat memproduksi dan menjual bahan kimia.
Pengakuan Awal Aktiva tetap
13 Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu
aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur
berdasarkan biaya perolehan .
Komponen Biaya
14 Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor
dan PPN Masukan Tak Boleh Restitusi (non-refundable), dan setiap biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung dalam membawa akt iva tersebut ke kondisi yang
membuat aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan;
setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga pembelian. Contoh dari
biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:
(a) Biaya persiapan tempat;
(b) biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar-muat
(handling costs);
(c) biaya pemasangan (installation costs); dan
(d) biaya profesional seperti arsitek dan insinyur.
15 Jika pembayaran untuk suatu aktiva tetap ditangguhkan melampaui jangka
waktu kredit normal, biayanya adalah yang disamakan dengan harga tunai;
perbedaan antara jumlah ini dan pembayaran total diakui sebagai beban bunga
selama periode kredit selama tidak dikapitalisasi menurut perlakuan alternatif
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
6 of 18
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 26 tentang Akuntansi Bunga untuk
Periode Konstruksi.
16 Biaya administrasi dan overhead umum lainnya bukan merupakan suatu
komponen biaya aktiva tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan
secara langsung pada biaya perolehan aktiva atau membawa aktiva ke kondisi
kerjanya. Demikian pula biaya permulaan (start-up costs) dan pra-produksi serupa
tidak merupakan bagian biaya suatu aktiva kecuali biaya tersebut perlu untuk
membawa aktiva ke kondisi kerjanya. Rugi operasi awal yang terjadi sebelum suatu
aktiva mencapai kinerja yang direncanakan diakui sebagai suatu beban.
17 Biaya perolehan suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri ditentukan menggunakan
prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang diperoleh. Jika suatu perusahaan
membuat aktiva serupa untuk dijual dalam keadaan usaha normal, biaya perolehan
aktiva biasanya sama dengan biaya memproduksi aktiva untuk dijual (lihat
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 14 tentang Persediaan). Karenanya,
setiap laba internal dieliminasi dalam menetapkan biaya tersebut. Demikian pula
biaya dari jumlah yang abnormal dari bahan baku yang tak terpakai, tenaga kerja,
atau sumber daya lain yang terjadi dalam- memproduksi suatu aktiva yang
dikonstruksi sendiri tidak dimasukkan dalam biaya perolehan aktiva. Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 26 tentang Akuntansi Bunga untuk Periode
Konstruksi, membuat kriteria yang harus dipenuhi sebelum biaya bunga dapat diakui
sebagai suatu komponen biaya aktiva tetap.
18 Biaya perolehan suatu aktiva yang digunakan oleh lessee dalam suatu lease
keuangan ditentukan menggunakan prinsip dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha.
Perolehan secara Gabungan
19 Harga perolehan dari masing- masing aktiva tetap yang diperoleh secara
gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan
perbandingan nilai wajar masing- masing aktiva yang bersangkutan.
Pertukaran Aktiva
20 Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atau pertukaran sebagian
untuk suatu aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam
itu diukur pada nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau yang diperoleh, yang mana
yang lebih andal, ekuivalen dengan nilai wajar aktiva yang dilepaskan setelah
disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer.
21 Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atas suatu aktiva yang
serupa yang memiliki manfaat yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan
memiliki suatu nilai wajar serupa. Suatu aktiva tetap juga dapat dijual dalam
pertukaran dengan kepemilikan aktiva yang serupa. Dalam kedua keadaan tersebut,
karena proses perolehan penghasilan (earning process) tidak lengkap, tidak ada
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
7 of 18
keuntungan atau kerugian yang diakui dalam transaksi. Sebaliknya, biaya perolehan
aktiva baru adalah jumlah tercatat dari aktiva yang dilepaskan. Tetapi, nilai wajar
aktiva yang diterima dapat menyediakan bukti dari suatu pengurangan (impairment)
aktiva yang dilepaskan.- Dalam keadaan ini aktiva yang dilepaskan diturun-nilai
buku-kan (written down) dan nilai turun nilai buku (written down) ini ditetapkan
untuk aktiva baru. Contoh dari pertukaran aktiva serupa termasuk pertukaran
pesawat terbang, hotel, bengkel dan properti real estate lainnya. Jika aktiva lain
seperti kas termasuk sebagai bagian transaksi pertukaran, ini dapat mengindikasikan
bahwa pos yang dipertukarkan tidak memiliki suatu nilai yang serupa.
Aktiva Donasi
22 Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran
atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun "Modal Donasi. "
Pengeluaran Sebelah Perolehan (Subsequent Expenditures)
23 Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang
masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian di
masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau
peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada jumlah tercatat aktiva yang
bersangkutan.
24 Pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) pada properti, pabrik
dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan
kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula. Contoh peningkatan yang
menghasilkan peningkatan manfaat keekonomian masa yang akan datang
mencakup:
(a) modifikasi suatu pos sarana pabrik untuk memperpanjang usia manfaatnya,
termasuk suatu peningkatan kapasitasnya;
(b) peningkatan kemampuan mesin (upgrading machine parts)untuk mencapai
peningkatan besar dalam kualitas output; dan
(c) penerapan proses produksi baru yang memungkinkan suatu pengurangan
besar biaya operasi.
25 Pengeluaran untuk perbaikan atau perawatan aktiva tetap untuk menjaga
manfaat keekonomian masa yang akan datang yang dapat diharapkan perusahaan,
untuk mempertahankan standar kinerja semula atas suatu aktiva, biasanya diakui
sebagai beban saat terjadi. Contohnya, biaya pemeliharaan dan reparasi (servicing)
atau turun mesin (overhauling) pabrik dan peralatan biasanya merupakan beban,
karena memelihara, daripada meningkatkan, standar kinerja semula.
26 Perlakuan akuntansi yang tepat untuk pengeluaran yang terjadi setelah
perolehan suatu aktiva tetap tergantung pada keadaan yang diperhitungkan pada
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
8 of 18
pengukuran awal dan pengakuan pos yang berkaitan dari aktiva tetap dan apakah
pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) dapat pulang pokok.
Contohnya, jika jumlah tercatat aktiva tetap telah memperhitungkan suatu kerugian
dalam manfaat keekonomian, pengeluaran setelah perolehan (subsequent
expenditures) untuk memelihara manfaat keekonomian masa yang akan datang
yang diharapkan dari aktiva dikapitalisasi asalkan saja jumlah tercatat tidak melebihi
jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aktiva. Ini juga keadaan di mana harga
pembelian suatu aktiva telah mencerminkan kewajiban perusahaan untuk membuat
pengeluaran dalam masa yang akan datang yang perlu untuk membawa aktiva ke
kondisi kerjanya. Contohnya adalah perolehan suatu gedung membutuhkan
renovasi. Dalam keadaan tersebut, pengeluaran setelah perolehan ditambahkan ke
jumlah tercatat aktiva sepanjang dapat diperoleh kembali dari manfaat masa yang
akan datang dari aktiva .
27 Komponen utama dari beberapa aktiva tetap dapat membutuhkan penggantian
pada jangka waktu yang teratur. Misalnya, suatu tungku pembakaran butuh untuk
pelapisan-dalamulang (relining) setelah beberapa jam tertentu dari penggunaannya
atau interior pesawat terbang seperti tempat duduk dan dapur mungkin
membutuhkan penggantian beberapa kali sepanjang usia pesawat. Komponen
dibukukan sebagai aktiva terpisah karena memiliki masa manfaat yang berbeda dari
aktiva tetap yang berhubungan. Karenanya, asalkan kriteria pengakuan dalam
paragraf 6 dipenuhi, pengeluaran yang terjadi dalam mengganti atau
memperbaharui komponen dibukukan sebagai perolehan suatu aktiva terpisah dan
aktiva yang diganti dihapus.
Pengaturan Berikutnya (Subsequent Measurement) terhadap Pengakuan
Awal
28 Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi
akumulasi penyusutan.
29 Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan
karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian aktiva berdasarkan harga
perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin
dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan harus
menjelaskan mengenai penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam
penyajian aktiva tetap serta pengaruh penyimpangan tersebut terhadap gambaran
keuangan perusahaan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku (nilai tercatat)
aktiva tetap dibukukan dalam akun modal dengan nama "Selisih penilaian kembali
aktiva tetap."
Penyusutan
30 Jumlah dapat disusutkan (depreciable) suatu aktiva tetap harus dialokasikan
secara sistematis sepanjang masa manfaatnya. Metode penyusutan harus
mencerminkan pola pemanfaatan keekonomian aktiva (the pattern in which the
asset's economic benefits are consumed by the enterprise) oleh perusahaan.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
9 of 18
Penyusutan untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang
bersangkutan, kecuali termasuk sebagai jumlah tercatat aktiva lain.
31 Bersamaan dengan manfaat keekonomian yang diwujudkan dalam suatu aktiva
dikonsumsi oleh perusahaan, jumlah tercatat aktiva berkurang untuk mencerminkan
konsumsi ini, biasanya dalam bentuk beban penyusutan. Suatu beban penyusutan
tetap diadakan walaupun nilai pasar aktiva melebihi jumlah tercatatnya.
32 Manfaat keekonomian yang diwujudkan dalam suatu pos aktiva tetap dikonsumsi
oleh perusahaan sepanjang masa manfaat aktiva. Tetapi, faktor lain seperti
keusangan teknis dan aus serta rusak (wear and tear) saat suatu aktiva menganggur
(idle), juga dapat mengurangi manfaat keekonomiannya yang mungkin telah
diharapkan tersedia dari aktiva. Karenanya, seluruh faktor berikut harus
dipertimbangkan dalam menentukan masa manfaat suatu aktiva:
(a) penggunaan aktiva yang diharapkan oleh perusahaan. Penggunaan dinilai
dengan pedoman kapasitas aktiva yang diharapkan atau output fisik;
(b) keusangan fisik yang diharapkan, yang tergantung pada faktor operasional
seperti jumlah pergantian kelompok kerja (shifts) di mana aktiva digunakan
dan program perbaikan dan perawatan dari perusahaan, dan perawatan
aktiva pada saat menganggur (idle);
(c) keusangan teknis yang timbul dari perubahan atau perbaikan produksi, atau
dari perubahan permintaan pasar untuk produk atau jasa yang dihasilkan
oleh aktiva; dan
(d) pembatasan hukum atau yang serupa atas penggunaan aktiva, seperti
habisnya waktu dari sewa guna usaha yang berkaitan.
33 Masa manfaat aktiva ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan oleh
perusahaan. Kebijakan manajemen aktiva suatu perusahaan mempengaruhi jumlah
penyusutan aktiva setelah suatu waktu yang ditentukan atau setelah konsumsi dari
proporsi tertentu atas manfaat keekonomian yang diwujudkan dalam aktiva.
Karenanya, masa manfaat suatu aktiva dapat lebih pendek daripada usia
keekonomiannya. Estimasi masa manfaat suatu aktiva tetap merupakan masalah
pertimbangan yang berdasarkan pada pengalaman perusahaan dengan aktiva
serupa.
34 Tanah dan bangunan harus diperlakukan sebagai aktiva yang terpisah untuk
tujuan akuntansi, walaupun diperoleh secara sekaligus. Tanah biasanya memiliki usia
tak terbatas, oleh karena itu tidak disusutkan. Bangunan memiliki usia terbatas, oleh
karena itu disusutkan. Peningkatan nilai tanah tempat bangunan didirikan tidak
mempengaruhi masa manfaat bangunan.
35 Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva ditentukan setelah mengurangi
nilai sisa aktiva. Dalam prakteknya, nilai sisa suatu aktiva sering tidak signifikan dan
karenanya tidak material dalam penghitungan jumlah yang dapat disusutkan. Jika
benchmark treatment digunakan dan nilai sisa signifikan, nilai sisa diestimasi pada
tanggal perolehan dan berikutnya tidak meningkat untuk perubahan harga. Tetapi,
jika perlakuan alternatif yang diijinkan yang digunakan, suatu estimasi harus dibuat
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
10 of 18
pada tanggal penilaian kembali berikutnya atas aktiva. Estimasi berdasarkan pada
nilai sisa pada tanggal estimasi aktiva serupa yang telah mencapai akhir masa
manfaatnya dan telah beroperasi dalam kondisi yang serupa dengan kondisi di mana
aktiva akan digunakan .
36 Jika pembelian suatu aktiva mengakibatkan perusahaan mengeluarkan biaya
membongkar, memindahkan, memperbaiki, pada akhir masa manfaat aktiva, biaya
tersebut diakui sebagai suatu beban sepanjang usia aktiva, dengan cara:
(a) mengurangi biaya yang diestimasi dalam menentukan nilai sisa aktiva dan
dengan cara demikian meningkatkan beban penyusutan tahunan. Setiap
jumlah tercatat negatif yang dihasilkan, diakui sebagai suatu hutang; atau
(b) jika biaya yang diestimasi tidak dikurangkan dalam menetapkan nilai sisa,
dengan mengakui biaya sebagai suatu beban terpisah sepanjang usia aktiva
sedemikian rupa sehingga hutang untuk biaya ini tersedia penuh pada akhir
masa manfaat aktiva.
37 Berbagai metode penyusutan dapat digunakan untuk mengalokasikan jumlah
yang dapat disusutkan dari suatu aktiva pada suatu dasar sistematis sepanjang
masa manfaatnya. Metode ini mencakup metode penyusutan berdasarkan waktu,
penggunaan dan kriteria lainnya (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
No.17 tentang Akuntansi Penyusutan). Metode yang digunakan untuk suatu aktiva
dipilih berdasarkan pola yang diharapkan atas manfaat keekonomian dan secara
konsisten digunakan dari periode ke periode kecuali terdapat perubahan dalam pola
yang diharapkan atas manfaat keekonomian aktiva tersebut.
38 Beban penyusutan untuk suatu periode biasanya diakui sebagai suatu beban.
Tetapi, dalam keadaan tertentu, manfaat keekonomian yang terwujud dalam suatu
aktiva diserap perusahaan dalam memproduksi aktiva lain bukan memberikan
kenaikan pada suatu beban. Dalam keadaan ini, beban penyusutan mencakup bagian
biaya perolehan aktiva lain dan termasuk dalam jumlah tercatatnya. Sebagai contoh,
penyusutan pabrik dan peralatan pabrik termasuk dalam biaya proses produksi
persediaan (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.14 tentang
Persediaan). Demikian pula, penyusutan aktiva tetap yang digunakan untuk aktivitas
pengembangan dapat dimasukkan dalam biaya pengembangan yang dikapitalisasi
sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 20 tentang Biaya Riset
dan Pengembangan.
Telaah Ulang Masa Manfaat (Review of Useful Life)
39 Masa manfaat suatu aktiva tetap harus ditelaah ulang secara periodik dan, jika
harapan berbeda secara signifikan dengan estimasi sebelumnya, beban penyusutan
untuk periode sekarang dan masa yang akan datang harus disesuaikan.
40 Sepanjang usia suatu aktiva dapat menjadi jelas bahwa estimasi masa manfaat
adalah tidak tepat. Sebagai contoh, masa manfaat dapat diperpanjang oleh
pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) pada aktiva yang
meningkatkan kondisi aktiva melampaui standar kinerja yang dinilai pada mulanya.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
11 of 18
Alternatif lain, perubahan teknologi atau perubahan dalam pasar produk dapat
mengurangi masa manfaat aktiva. Dalam keadaan tersebut, masa manfaat dan,
karenanya, tarif penyusutan disesuaikan untuk periode sekarang dan masa yang
akan datang.
41 Kebijakan perbaikan dan perawatan perusahaan juga dapat mempengaruhi masa
manfaat suatu aktiva Kebijakan dapat menghasilkan suatu perpanjangan masa
manfaat aktiva atau suatu peningkatan dalam nilai sisanya. Tetapi, penggunaan
kebijakan tersebut tidak meniadakan kebutuhan untuk membebankan penyusutan .
Telaah Ulang Metode Penyusutan
42 Metode penyusutan yang digunakan untuk aktiva tetap ditelaah ulang secara
periodik dan jika terdapat suatu perubahan signifikan dalam pola pemanfaatan
ekonomi yang diharapkan dari aktiva tersebut, metode penyusutan harus diubah
untuk mencerminkan perubahan pola tersebut. Perubahan metode penyusutan harus
diperlakukan sebagai suatu perubahan kebijakan akuntansi dan dilaporkan sesuai
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.25 tentang Laba atau Rugi
Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan
Akuntansi dan beban penyusutan untuk periode sekarang dan masa yang akan
datang harus disesuaikan.
Penurunan Nilai Manfaat Keekonomian
43 Apabila manfaat keekonomian suatu aktiva tetap tidak lagi sebesar jumlah
tercatat, maka aktiva tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan
dengan nilai manfaat keekonomian yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aktiva
tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian.
Penghentian dan Pelepasan
44 Suatu aktiva tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau bila aktiva
secara permanen ditarik dari penggunaannya dan tidak ada manfaat keekonomian
masa yang akan datang diharapkan dari pelepasannya.
45 Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan suatu
aktiva tetap diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi.
46 Jika suatu aktiva tetap dipertukarkan untuk suatu aktiva yang serupa, dalam
keadaan yang dijelaskan dalam paragraf 21, biaya perolehan aktiva yang diperoleh
adalah sama dengan jumlah tercatat aktiva yang dilepaskan dan tidak ada
keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
12 of 18
47 Transaksi jual dan sewa guna usaha balik (sale and leaseback) dibukukan sesuai
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa
Guna Usaha.
48 Aktiva tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan ditahan untuk dilepaskan
dinilai pada yang terendah antara jumlah tercatatnya dan nilai realisasi neto.
Pengungkapan
49 Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan setiap jenis
aktiva tetap:
(a) dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah terc atat bruto.
Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk
dasar dalam setiap kategori harus diungkapkan;
(b) metode penyusutan yang digunakan;
(c) masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
(d) jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir
periode;
(e) suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode
memperlihatkan:
(i) penambahan;
(ii) pelepasan;
(iii) akuisisi melalui penggabungan usaha;
(iv) revaluasi yang dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah;
(v) penurunan nilai tercatat sesuai dengan paragraf 43;
(vi) penyusutan;
(vii) beda nilai tukar neto yang timbul pada penjabaran laporan keuangan
suatu entitas asing; dan
(viii)setiap pengklasifikasian kembali.
50 Laporan keuangan juga harus mengungkapkan:
(a) eksistensi dan batasan atas hak milik, dan aktiva tetap yang dijaminkan
untuk hutang;
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
13 of 18
(b) kebijakan akuntansi untuk biaya perbaikan yang berkaitan dengan aktiva
tetap; dan
(c) jumlah pengeluaran pada akun aktiva tetap dalam konstruksi; dan
(d) jumlah komitmen untuk akuisisi aktiva tetap.
51 Pemilihan metode penyusutan dan estimasi masa manfaat aktiva adalah masalah
pertimbangan. Karenanya, pengungkapan metode yang digunakan dan usia manfaat
yang diestimasi atau tarif penyusutan menyediakan pemakai laporan keuangan
dengan informasi yang mengijinkan mereka meninjau kebijakan yang dipilih oleh
manajemen dan memungkinkan perbandingan dibuat dengan perusahaan lain. Untuk
alasan serupa, adalah perlu untuk mengungkapkan penyusutan yang dialokasikan
dalam suatu periode dan akumulasi penyusutan pada akhir periode tersebut.
52 Suatu perusahaan mengungkapkan hakekat dan pengaruh suatu perubahan
dalam suatu estimasi akuntansi yang memiliki pengaruh material dalam periode
sekarang atau yang mana diharapkan untuk miliki suatu pengaruh material dalam
periode berikutnya sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.25
tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan
Perubahan Kebijakan Akuntansi.
Pengungkapan tersebut dapat timbul dari perubahan estimasi dalam:
(a) nilai sisa;
(b) biaya pembongkaran, pemindahan dan perbaikan;
(c) masa manfaat; dan
(d) metode penyusutan.
53 Jika aktiva tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali hal berikut harus
diungkapkan:
(a) dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva;
(b) tanggal efektif penilaian kembali;
(c) nama penilai independen, bila ada;
(d) hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti;
(e) jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap;
(f) surplus penilaian kembali aktiva tetap.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
14 of 18
54 Para pemakai laporan keuangan juga menemui bahwa informasi berikut adalah
relevan dengan kebutuhan mereka;
(a) jumlah tercatat aktiva tetap yang menganggur secara temporer;
(b) jumlah tercatat bruto dari setiap aktiva tetap yang disusutkan penuh yang
masih dalam penggunaan;
(c) jumlah tercatat aktiva tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan
ditahan untuk dihentikan; dan
(d) jika benchmark treatment digunakan, nilai wajar aktiva tetap jika secara
material berbeda dari jumlah tercatatnya.
Karena itu, perusahaan dianjurkan untuk mengungkapkan jumlah jumlah di atas.
Aktiva Lain-lain
55 Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga
tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi/penyertaan maupun aktiva
tak berwujud, seperti : aktiva tetap yang tidak digunakan, piutang kepada
pemegang saham, beban yang ditangguhkan dan aktiva lancar lainnya disajikan
dalam kelompok aktiva lain-lain
56 Biaya yang tidak dilaporkan sebagai beban pada periode terjadinya karena
dianggap memberikan manfaat bagi periode-periode selanjutnya digolongkan
sebagai beban yang ditangguhkan .
Pos-pos yang termasuk dalam golongkan ini antara lain:
a. Biaya pendirian perusahaan yang timbul pada perusahaan dalam tahap
pengembangan. (Lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 6
tentang Akuntansi Dan Pelaporan Bagi Perusahaan Dalam Tahap
Pengembangan)
b. Biaya emisi saham, yaitu biaya yang terjadi dalam rangka pemasyarakatan
saham perusahaan yang meliputi biaya notaris/penasihat hukum, penilai,
biaya percetakan efek dan prospektus, biaya pendaftaran, penjamin emisi
dan lain sebagainya .
57 Selisih hutang pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan laba kena pajak
dengan perhitungan pajak penghasilan berdasarka n laba akuntansi yang disebabkan
oleh pos tidak lancar (saldo debit) disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
15 of 18
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16
AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 16 terdiri dari paragraf 58 - 76.
Pernyataan Ini harus dibaca dalam konteks paragraf 1 - 57.
58 Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi aktiva tetap dan aktiva lain-lain
kecuali bila standar akuntansi keuangan lainnya mensyaratkan suatu perlakuan
akuntansi yang berbeda .
Pengakuan Aktiva tetap
59 Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan
sebagai aktiva tetap bila:
(a) besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang
akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam
perusahaan; dan
(b) biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal.
Pengakuan Awal Aktiva tetap
60 Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu
aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur
berdasarkan biaya perolehan .
61 Harga perolehan dari masing- masing aktiva tetap yang diperoleh secara
gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan
perbandingan nilai wajar masing- masing aktiva yang bersangkutan.
62 Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atau pertukaran sebagian
untuk suatu aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam
itu diukur pada nilai wajar aktiva yang dilepas atau yang diperoleh, yang mana yang
lebih andal, ekuivalen dengan nilai wajar aktiva yang dilepaskan setelah disesuaikan
dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer.
63 Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran
atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun Modal yang Berasal dari
Sumbangan.
Pengeluaran Setelah Perolehan (Subsequent Expenditures)
64 Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang
masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian di
masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau
peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada jumlah tercatat aktiva yang
bersangkutan.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
16 of 18
Pengukuran Berikutnya (Subsequent Measurement) terhadap Pengakuan
Awal
65 Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi
akumulasi penyusutan.
66 Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan
karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian aktiva berdasarkan harga
perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin
dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan harus
menjelaskan mengenai penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam
penyajian aktiva tetap serta pengaruh daripada penyimpangan tersebut terhadap
gambaran keuangan perusahaan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku
(nilai tercatat) aktiva tetap dibukukan dalam akun modal dengan nama Selisih
Penilaian Kembali Aktiva Tetap .
Penyusutan
67 Jumlah dapat disusutkan (depreciable) suatu aktiva tetap harus dialokasikan
secara sistematis sepanjang masa manfaatnya. Metode penyusutan harus
mencerminkan pola pemanfaatan ekonomi aktiva (the pattern in which the asset's
economic benefits are consumed by the enterprise) oleh perusahaan. Penyusutan
untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan, kecuali
termasuk sebagai jumlah tercatat aktiva lain.
68 Masa manfaat suatu aktiva tetap harus ditelaah ulang secara periodik dan, jika
harapan berbeda secara signifikan dengan estimasi sebelumnya, beban penyusutan
untuk periode sekarang dan masa yang akan datang harus disesuaikan.
69 Metode penyusutan yang digunakan untuk aktiva tetap ditelaah ulang secara
periodik dan jika terdapat suatu perubahan signifikan dalam pola pemanfaatan
ekonomi yang diharapkan dari aktiva tersebut, metode penyusutan harus diubah
untuk mencerminkan perubahan pola tersebut. Perubahan metode penyusutan harus
diperlakukan sebagai suatu perubahan kebijakan akuntansi dan dilaporkan sesuai
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.25 tentang Laba atau Rugi
Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan
Akuntansi dan beban penyusutan untuk periode sekarang dan masa yang akan
datang harus disesuaikan.
70 Apabila manfaat keekonomian suatu aktiva tetap tidak lagi sebesar jumlah
tercatatnya maka aktiva tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan
dengan nilai manfaat keekonomian yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aktiva
tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian.
Penghentian dan Pelepasan
71 Suatu aktiva tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau bila aktiva
secara permanen ditarik dari penggunaannya dan tidak ada manfaat keekonomian
masa yang akan datang diharapkan dari pelepasannya.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
17 of 18
72 Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan suatu
aktiva tetap diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi.
Pengungkapan
73 Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan setiap jenis
aktiva tetap:
(a) dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto.
Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk dasar
dalam setiap kategori harus diungkapkan;
(b) metode penyusutan yang digunakan;
(c) masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
(d) jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir
periode;
(e) suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode
memperlihatkan:
(i) penambahan;
(ii) pelepasan;
(iii) akuisisi melalui penggabungan usaha;
(iv) revaluasi yang dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah;
(v) penurunan nilai tercatat sesuai dengan paragraf 66;
(vi) penyusutan;
(vii) perbedaan pertukaran neto yang timbul pada penjabaran laporan
keuangan suatu entitas asing; dan
(viii) setiap pengklasifikasian kembali.
74 Laporan keuangan juga harus mengungkapkan:
(a) eksistensi dan batasan atas hak milik, dan aktiva tetap yang dijaminkan
untuk hutang;
(b) kebijakan akuntansi untuk biaya perbaikan yang berkaitan dengan aktiva
tetap; dan
(c) jumlah pengeluaran pada akun aktiva tetap dalam konstruksi; dan
(d) jumlah komitmen untuk akuisisi aktiva tetap.
PSAK No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN
18 of 18
75 Jika aktiva tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali hal berikut harus
diungkapkan:
(a) dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva;
(b) tanggal efektif penilaian kembali;
(c) nama penilai independen, bila ada;
(d) hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti;
(e) jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap;
(f) surplus penilaian kembali akt iva tetap.
Aktiva lain-lain
76 Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga
tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi/penyertaan maupun aktiva
tak berwujud, seperti: aktiva tetap yang tidak digunakan, piutang kepada pemegang
saham, beban yang ditangguhkan dan aktiva lancar lainnya disajikan dalam
kelompok aktiva lain-lain.
77 Apabila perusahaan memilih untuk menghitung pajak penghasilan menurut laba
akuntansi, selisih perhitungan tersebut dengan hutang pajak (yang dihitung menurut
laba kena pajak), yang disebabkan "perbedaan waktu" pengakuan pendapatan dan
beban untuk tujuan akuntansi dengan tujuan pajak, ditampung dalam akun "pajak
penghasilan yang ditangguhkan", dikelompokkan sebagai bagian dari aktiva lain-lain
dan dialokasikan pada beban kena pajak penghasilan tahun-tahun mendatang.
Tanggal Aktif
78 Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan
yang dimulai pada atau setelah tanggal Januari 1 995. Penerapan lebih dini
dianjurkan .

0 komentar:

Posting Komentar

patrick is mine!

Patrick is Love

Patrick is Love

day month year

About Me

Foto Saya
AL_fhiesya
my name is AL
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

i'm a simple girl

Mickey Mouse